
Banda Aceh – Pemerintah Aceh dalam tahun 2026 menguncurkan anggaran Rp 380 miliar untuk pemulihan lahan pertanian warga yang berdampak bencana alam.
Dana tersebut disalurkan dengan sejumlah program di 16 kabupaten kota yang terkena bencana alam akhir tahun 2025 lalu. Kegiatan dilaksanakan Pemerintah Aceh tersebut berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang daerahnya terkena bencana alam.
Melansir Serambinews.com, anggaran yang disiapkan Pemerintah Acehsebesar Rp 380.033.300.000 untuk mempercepat upaya pemulihan atau rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian pascadilanda bencana banjir dan tanah longsor akhir 2025 lalu.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir mengatakan upaya ini merupakan salah satu bagian dari komitmen untuk menjaga ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi masyarakat.
“Pemerintah Aceh saat ini fokus mempercepat seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan hingga konstruksi dan pengolahan lahan, agar lahan pertanian yang terdampak bencana dapat segera kembali produktif,” ujar Nasir, Minggu 3 Mei 2026.
Nasir juga menjelaskan, bahwa anggaran tersebut mencakup berbagai kegiatan utama, mulai dari optimasi lahan (oplah), rehabilitasi lahan, hingga pembangunan infrastruktur pendukung seperti irigasi dan jalan usaha tani.
Ia merincikan, pada kegiatan oplah untuk sawah dengan tingkat kerusakan ringan, dialokasikan anggaran sebesar Rp155.658.250.000 dalam bentuk bantuan pemerintah.
Kegiatan ini mencakup 16 kabupaten/kota dengan total luas 27.071 hektare. Untuk tahap perencanaan (SID/DRT), yang dilaksanakan oleh USK, Unimal daan Unsam telah mencapai progres 12.205 hektare atau sekitar 45 persen dari total target.
Selanjutnya, kegiatan konstruksi oplah dengan anggaran sekitar Rp124.526.600.000 akan dilaksanakan setelah tahap perencanaan selesai, disusul dengan pengolahan lahan senilai Rp24.363.900.000. Kedua kegiatan tersebut dikelola oleh pemerintah kabupaten/kota.
Lebih lanjut, kata Nasir, untuk lahan dengan tingkat kerusakan sedang, Pemerintah Aceh melaksanakan program rehabilitasi lahan dengan total anggaran Rp65.236.050.000.
Kegiatan ini mencakup lima kabupaten dengan luas 4.393 hektare.
“Saat ini, progres konstruksi rehabilitasi sawah sedang terus dilaksanakan oleh kelompok tani bersama TNI telah mencapai sekitar 3.981 hektare atau sebagian besar dari total target,” ujarnya.
Di sektor irigasi, kata Nasir, Pemerintah Aceh juga melakukan pembangunan berbagai infrastruktur pendukung. []








