Sebuah kerentanan kritis pada ConfigServer Security & Firewall (CSF), perangkat lunak yang banyak digunakan pada server cPanel dan WHM, dapat memungkinkan penyerang jarak jauh tanpa autentikasi menjalankan perintah sewenang-wenang melalui layanan MESSENGER. Celah yang dilacak sebagai CVE-2026-65638 ini memengaruhi CSF versi 14.00 hingga 16.29.
Kerentanan tersebut telah diperbaiki pada CSF versi 16.30 dan yang lebih baru. Administrator yang masih menjalankan versi terdampak disarankan segera memperbarui plugin ConfigServer Firewall, terutama apabila fitur MESSENGER pernah diaktifkan secara manual.
Berada pada Layanan MESSENGER
Celah keamanan ini terdapat pada layanan MESSENGER milik CSF, yaitu fitur yang dirancang untuk menampilkan pesan kepada pengunjung yang diblokir. Menurut rilis keamanan cPanel, penyerang jarak jauh tidak memerlukan autentikasi untuk mengeksploitasi layanan yang rentan.
Eksploitasi yang berhasil dapat mengakibatkan eksekusi perintah sewenang-wenang menggunakan akun layanan CSF. Akun tersebut tidak memiliki hak istimewa, sehingga kerentanan ini tidak secara otomatis memberikan akses tingkat root.
Meski demikian, kemampuan menjalankan perintah pada server web yang terhubung ke internet tetap dapat membuka akses terhadap berkas sensitif, mendukung kegiatan pengintaian, menciptakan persistensi, mengubah konten situs, atau menjadi pijakan awal untuk serangan lanjutan.
Syarat Kerentanan Dapat Dieksploitasi
Fungsi yang rentan tidak aktif secara bawaan. Penyerang hanya dapat menjangkau kode terdampak jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
- Layanan MESSENGER diaktifkan pada CSF.
- Secret reCAPTCHA telah dikonfigurasi untuk layanan tersebut.
Kedua pengaturan itu tidak aktif secara bawaan sehingga mengurangi paparan pada instalasi CSF standar. Namun, organisasi yang mengaktifkan MESSENGER untuk mengelola lalu lintas yang diblokir atau menampilkan pesan khusus kepada pengunjung perlu memperlakukan masalah ini sebagai hal mendesak.
| Produk | Versi terdampak | Versi diperbaiki |
|---|---|---|
| ConfigServer Security & Firewall | 14.00–16.29 | 16.30 dan lebih baru |
CSF banyak digunakan pada lingkungan cPanel dan WHM untuk menyediakan pengelolaan firewall, deteksi kegagalan login, pemblokiran alamat IP, dan kontrol keamanan server terkait. Karena perangkat lunak ini kerap berjalan pada infrastruktur hosting publik, administrator tetap perlu memeriksa apakah layanan yang rentan diaktifkan meskipun instalasi diyakini memakai pengaturan bawaan.
Segera Perbarui ke CSF 16.30 atau Lebih Baru
cPanel merekomendasikan agar administrator memperbarui plugin ConfigServer Firewall ke rilis terbaru. Pada sistem CentOS 7, CloudLinux 7, AlmaLinux, CloudLinux 8, CloudLinux 9, CloudLinux 10, dan Ubuntu yang didukung, administrator dapat menyegarkan paket dan menjalankan proses pembaruan cPanel dengan perintah yang sesuai untuk sistemnya:
# Untuk sistem berbasis yum
yum clean all
/scripts/update-packages
# Untuk sistem berbasis dnf
dnf clean all
/scripts/update-packages
# Untuk sistem berbasis apt
apt update
/scripts/update-packages
Setelah pembaruan selesai, administrator harus memastikan CSF versi 16.30 atau rilis yang lebih baru telah terpasang. Konfigurasi CSF juga perlu ditinjau untuk memastikan komponen yang tidak diperlukan dan dapat diakses dari internet tetap dinonaktifkan.
Mitigasi Sementara Jika Belum Bisa Memperbarui
Organisasi yang belum dapat melakukan pembaruan dapat mengurangi paparan dengan menonaktifkan layanan MESSENGER. Administrator harus terhubung ke server sebagai pengguna root melalui SSH atau Terminal WHM, kemudian menyunting berkas konfigurasi CSF:
nano /etc/csf/csf.conf
Atur opsi berikut:
MESSENGER = 0
Simpan konfigurasi, lalu mulai ulang CSF dan layanan Login Failure Daemon (LFD):
systemctl restart csf lfd
Menonaktifkan MESSENGER akan menghilangkan jalur serangan yang rentan, tetapi tindakan ini hanya merupakan perlindungan sementara. Memasang CSF 16.30 atau versi lebih baru tetap menjadi remediasi yang direkomendasikan untuk CVE-2026-65638.
Sumber: Cyber Security News dan Peringatan keamanan resmi cPanel.
