Penang – Ketua Majelis Tuha Peut Partai Aceh, Teungku Malik Mahmud Al-Haythar, menyerukan seluruh jajaran Partai Aceh untuk memperkuat persatuan, menjaga disiplin organisasi, mempercepat regenerasi, serta memastikan kekuasaan politik benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat.
Dalam arahannya, Teungku Malik mengingatkan bahwa Partai Aceh lahir dari sejarah perjuangan yang panjang. Karena itu, seluruh kader diminta untuk tetap berpegang pada amanah perjuangan, menjaga marwah organisasi, dan tidak membiarkan kepentingan pribadi maupun kelompok melemahkan persatuan.
Ia juga menekankan pentingnya konsolidasi organisasi secara menyeluruh. Struktur partai di semua tingkatan diharapkan semakin solid, disiplin, dan mampu hadir di tengah masyarakat untuk mendengar serta memperjuangkan kebutuhan rakyat.
Regenerasi menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian. Partai Aceh dinilai perlu memberi ruang lebih luas kepada generasi muda agar memahami sejarah perjuangan Aceh, memiliki kapasitas politik, dan mampu melanjutkan kepemimpinan secara bertanggung jawab.
Selain itu, perdamaian Helsinki harus terus dijaga dan dikawal. Perdamaian bukan hanya penghentian konflik, tetapi juga landasan untuk menghadirkan keadilan, kesejahteraan, dan pembangunan yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Aceh.
Teungku Malik turut mendorong perubahan orientasi dari politik kekuasaan menuju politik pembangunan. Keberhasilan politik tidak cukup diukur dari jabatan yang diperoleh, tetapi dari sejauh mana kekuasaan tersebut menghasilkan pelayanan publik, membuka lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan memperkuat masa depan Aceh.
Seruan tersebut menjadi penegasan agar Partai Aceh tetap kompak, terbuka terhadap pembaruan, dan konsisten hadir untuk rakyat dengan tetap menjaga nilai-nilai perjuangan serta perdamaian.









